Teringat perjalanan sore itu yang harus terhenti sejenak akibat hempasan angin dan rintikan air dari langit yang mengguyur kawasan kota. Tak ada jalan lain kecuali berlindung pada emperan toko yang tak berpenghuni. Menunggu hujan reda, sambil buka ponsel untuk mengetahui info terkini. Itu aktivitas diawal persinggahan.
Sambil berdiskusi tentang perjalanan dan bertukar pikiran tentang makna hidup bersama seorang sahabat, prosesi perenunganpun dimulai. Kesempatan itu adalah saat melihat pancaran lampu yang memperjelas laju air hujan saat melewati pepohonan untuk membasahi bumi. Awalnya memang tidak begitu menarik, dan menurutku tak ada hubungannya juga dengan apa yang menjadi perbincangan waktu itu. Saat itu aku hanya berfikir, bagus. Iya, terlihat indah ya jika diperhatikan. terlalu simple pemikiran waktu itu. Dengan nada pelan tapi tegas, seorang sahabat berkata "lihat aliran air yang ada disana, cari maknanya, dan ikutilah hidup seperti aliran air yang dinamis itu".
Tak terlalu banyak perbincangan yang kuingat waktu itu, yang ku ingat hanya mencari makna peristiwa air melewati pohon yang akan membasahi planet yang berpenghuni manusia ini. Berjalan lurus, nggak perlu aneh-aneh, cukup mengikuti irama perjalanan dengan frekuensi dan gerakan yang konstan demi keseimbangan. Itu adalah pemikiranku seketika yang tak kuutarakan dengan lugas, dan dengan bahasa isyarat yang tak memberi ketegasan tentang jawaban yang pasti membuatku berfikir, berfikir, dan terus penasaran dengan makna dibalik itu.
Aku yang saat itu hanya fokus mencari jalan keluar untuk melanjutkan perjalananpun, bertindak seolah peristiwa itu tak penting dan semua perbincangan saa itu tak bermakna apapun kecuali obrolan biasa. Namun semua pelajaran malam itu masih tersimpan dan memberi isyarat untuk lebih memikirkan lagi makna dan langkah untuk hidup selanjutnya. Sampai detik ini pemikiranku masih tetap sama "berjalan lurus, nggak perlu aneh-aneh mengikuti irama perjalanan dengan frekuensi dan gerakan yang konstan demi keseimbangan".
Akhir perbindangan ditandai dengan redanya peristiwa air membasahi bumi. Kata penutup yang tak begitu panjang tapi sarat akan makna yaitu "Hati-hati dengan hati". Dan kata itu menjadi temuan formula untuk menjawab permaslahan yang telah diperbincangkan bersama.
Dikeheningan dini hari saat persiapan tidur pada peringatan lahirnya nabi SAW.

0 komentar:
Posting Komentar