"Mencari Kepastian Melalui Kebenaran Logika"

Selasa, 01 Mei 2012

Banyak orang bekerja keras. Tak peduli kerjanya di mana. Yang penting menghasilkan banyak uang untuk memenuhi segala kebutuhan, pun demi kepuasan hasrat dan keinginan. Mungkin Anda termasuk di dalam kategori ini : menjadi pekerja yang tak peduli dengan rasa lelah, pun tak mau tahu dengan segala sakit yang menghampiri silih berganti.

Pokoknya, demi kebutuhan dan keinginan yang seakan mesti dipenuhi, seseorang lantas mengikrarkan diri sebagai "orang paling sibuk sedunia". Setiap kali kita hubungi via telepon, ia akan mengatakan, "Maaf aku sedang meeting!" atau "Sori banget, aku sedang bekerja !", dan bla..bla..bla.... Status di fesbuk nya dan kicauannya di twitter pun tak pernah lepas dari rangkaian kata yang terdiri dari 5 huruf : "SIBUK".

Begitulah orang dalam peziarahan hidupnya hari-hari ini. Kesibukan dipandang sebagai counter atas semakin tingginya tuntutan kebutuhan. Hasrat pun dipahami sebagai pemuasan atas segala keinginan yang terpendam. Dengan kesibukan, orang lantas berpikir bahwa dia telah menunaikan kewajibannya sebagai manusia, "Sori banget, aku tak punya waktu untuk refreshing, apalagi untuk santai ! Aku sibuk... dan maaf, saat ini tak bisa diganggu !" Hingga, sadar atau tidak sadar, banyak orang mengalami ketakutan yang sesungguhnya tak perlu ditakuti; juga sangat khawatir dengan hal yang sesungguhnya tak perlu dikhawatirkan. Sekali lagi, hanya satu repetisi yang selalu diproklamirkannya, "Saya sedang sibuk. Jangan diganggu !'.... Ini persis, seperti tulisan di atas toilet, "Dilarang masuk selain wanita !" atau yang biasa ditulis di tembok-tembok raksasa yang memagari rumah dari mereka yang tajir dan hidup bergelimang harta. Tahukah Anda apa yang biasa mereka tuliskan ? Ini dia : "Dilarang kencing di tempat ini, kecuali Anjing !" Pertanyaannya adalah, emang Anjing bisa baca ini ?

0 komentar:

Posting Komentar