"Mencari Kepastian Melalui Kebenaran Logika"

Kamis, 07 Juni 2012

"Bangun tidur, tidur lagi"....
jadi inget lagunya almarhum mbah Surip saat aku bersama adex-adex bercanda gurau meledekku yang kerap kali susah bangun. Bagaimanapun tidur membuatku penuh energi, seperti HP yg baru selesai di charge. Ya, minimal energi untuk berceloteh bersama mereka.

"Bangun tidur, tidur lagi", sering kali membuat orang berfikir nggak niat bangun karena baru bangun kok dah bobok lagi... semua bergantung siapa dan bagaimana memaknainya. Saat dengar kalimat dari penggalan lagu mbah Surip tadi, aku malah berfikir proses dari bangun hingga tidur lagi. Waw,, rutinitas yang sangat panjang dan bervariasi tentunya. Karena hampir tiap menit aktivitas yang kita kerjakan berbeda, bervariasi, dan ini berlangsung terus menerus selama kita hidup.

Kulihat beberapa gelas masih tertinggal dimeja tamu, tanda telah ada diskusi disana beberapa menit yang lalu. Di dapurpun masih ada beberapa alat yang digunakan dari bangun sampai tidur lagi seperti piring dan gelas yang belum sempat dicuci.

Piring, sendok, garpu alat makan dan gelas untuk minum. Itu biasa dan itulah fungsinya, namun ada yang menarik dari sesuatu yang kurang bersih tadi yaitu proses mencucinya. Salah satu alat terpenting dalam proses mencuci adalah sabun colek tadi. Ya, bagiku bukan hanya sekedar sabun penghilang lemak membandel atau menghilangkan noda, namun lebih pada sifatnya sebagai emulsi. Dari sabun colek kita belajar untuk netral. Dia akan bisa menjadi pemersatu antara air dan minyak yang notabene tak bisa bersatu. Dengan ke-netral-an yang dia miliki, masalah seputar minyak dan air akan teratasi. Namanya netral tak boleh memihak karna air dan sabun hanya akan jadi air sabun sedangkan minyak dan sabun hanya akan menimbulkan noda (membekas).

Mengambil pelajaran dari mencuci piring nggak ada salahnya donk. Bersikap netral sesuai porsinya akan membuat masalah selesai tapi jika memihak salah satu maka akan menimbulkan noda. Namun bersikap netral bukan berarti tak bertindak. :)

0 komentar:

Posting Komentar