"Mencari Kepastian Melalui Kebenaran Logika"

Jumat, 01 Juni 2012

03.24 | by Unknown | Categories: , , | 3 comments
Lereng gunung yang sarat dengan pemandangan membuatku lebih mensyukuri nikmat Tuhan yang telah menciptakan untuk umatnya dimuka bumi ini. Di pinggir jalan kududuk sambil menikmati luasnya pemandangan dan mau tidak mau melihat kendaraan berlalau lalang. Ditempat bekas perumahan yang sudah tak berpenghuni kumulai berfikir sejenak untuk menemukan arti dibalik apa yang ada didepan dan sekitarku saat ini.

Terlihat ada bangunan tinggi yang tak terhalang oleh dedaunan hijau yang mengelilingi gunung ini. Terlihat pula tempat ibadah (masjid), rumah-rumah dan pohon-pohon hijau disekelilingku. Awalnya semua itu hal yang biasa karena semua itu memang terlihat saat kita berada dilereng gunung. Namun kuasa Tuhan yang satu ini menggambarkan bahwa kalau mau sedikit rumah saja kita akan menemukan sesuatu yang berbeda dan akan lebih luas pastinya pandanagn hidup dan masa depan

Wow,,, amazing !!!
Disini semua bisa kulihat. Bahkan atap rumah yang tak biasa terlihat kalau kita lewat, akan terlihat seperti apa bentuknya. Kalau mau sedikit saja naik dari tempat yang biasanya, pasti akan bisa melihat semua jadi lebih luas dan nggak seperti biasanya. Di petang ini dengan lalu lalang kendaraan serta kesejukan udara saat ini, ku teringat pelajaran SD tentang bentuk bumi yang bulat. Sungguh kekuasaan Tuhan yang tiada tara membuatku tambah terpsepona dengan luasnya jalan naik turun, hutan, gunung, bukit, perumahan, laut dan semua yang tak beraturan bentuknya. Yang menariknya semua itu tak ada yang terbalik, semua sesuai porsinya. Kalau semua beraturan (rata) pasti nggak asyik dweh. Hehehe...

Pohon-pohon hijau itu tetap pada posisinya, motor yang berlalu lalang pun tak terbalik terus kemudian jatuh melewati bumi yang bundar seperti bola ini. Kalau orang bilang hidup itu seperti roda yang berputar, harusnya juga bisa dikaitkan dengan bumi ini bunder. Posisi seperti apapun kita, baik diatas maupun bawah, serta samping tak akan kenapa-kenapa karena gaya gravitasi bumi yang melindungi. Begitu juga hidup mau dimanapun kita (kaya, miskin) kan tetap aman meskipun harus melintasi jalan naik turun atau bahkan perbukitan terjal.

Lampu kerlap kerlip dari kota bawah dipetang ini, mengisyaratkan ada hal yang indah selain perbukitan terjal yang tak beraturan tadi. Sesulit apapun hidup pasti ada sesuatu yang indah selain perbukitan terjal yang tak beraturan tadi. Sesulit apapunhidup, pasti ada sesuatu ysng indah pada waktunya. Lampu-lampu cantik itu menampakkan diri dari saat waktunya atau gilirannya tiba. Karena lampu-lampu cantik ini hanya mau menampakkan diri dimalam hari, berarti benar kalau ada orang bilang, “semua akan indah pada waktunya”. Lampu-lampu yangbiasa bertugas menyinari dimalam hari, tak kan pernah terlihat indah jika tampil disiang hari.

Dua bangunan terlihat jelas dengan mata telanjang. Yang pertama adalah bangunan tinggi besar ditengah kerumunan tempat hidup manusia dan pepohonan hijau yang berdiri pada tempatnya. Dia tetap kokoh berdiri tegak dan terlihat percaya diri dengan dirinya. Bangunan yang mengajarkan kekuatan dan punya kelebihan. Namun tak lantas sombong dengan kekuatan yang dimilikinya untuk membuktikan eksistensinya. Satu lagi bangunan yang langsung terlihat didepan mata, persis disamping aku duduk menikmati indahnya senja disini. Bangunan yang terlihat mewah pada masanya namun tak terawatini masih tetap bertahan meskipun disekelilingnya tak berpenghuni dan berfungsi. Disinilah pentingnya komitmen terhadap sesuatu berdasarkan tujuan awal, yaitu tempat hunian. Tak peduli dengan sekelilingnya yang sudah menyerah dengan tujuan awal. Rumah ini tetap berusaha berdiri meskipun hanya seorang diri. Dari dua bangunan ini aku belajar percaya diri dengan apa yang kita miliki dan komitmen dengan tujuan awal PASTI kita akan bahagia pada waktunya. Itulah kekuasaan TUHAN yang tergambar dengan pandangan luas ketika pertama mau menulis. [PB-30052012]

3 komentar:

  1. Keindahan itu lebih sering terpatri nun jauh di sana; tetapi serentak, lewat tulisan ini, Sinta mendekatkan dan merangkul keindahan yang di sana itu ke sini. Postingan yang bagus dengan bahasa yang dinamis. Aku makin bangga padamu, de.

    BalasHapus
  2. tengkyu abang... belajar untuk melihat apa yang bisa dilihat saja tak mudah apa lagi melihat sesuatu yang jarang dilihat orang. isi maupun bahasa mengalir begitu saja, masih tahap belajar seperti yang abang tahu saat ini. hehehehe

    BalasHapus
  3. Belajar aja udah keren.. apalagi udah terbiasa, sayang. Btw, mengpa blognya gak pernah lag di isi?

    BalasHapus