"Mencari Kepastian Melalui Kebenaran Logika"

Rabu, 04 Juli 2012

20.40 | by Unknown | Categories: , | No comments
Mikir teyus dari kemarin, mau apa aku ya... Memanfaatkan waktu dan kesempatan yang mahal ini dengan semaksimal mungkin. Karena kemerdekaan berfikir, berkarya, dan berbuat apa pun itu tak murah. Waktu dan kesempatan sungguh berharga buatku, sayang kalau tak dimaksimalkan. Banyak uneg-uneg yang tak gampang untuk dishare, namun membiarkannya begitu sajapun tak membuat sikap dan tingkah ini nyaman. Seperti sampah yang nyumpel, printilan-printilan fiikiran yang ada diotak ini. Akan buat apa dan dimaksimalkan untuk apa, tak jelas. Seperti halnya kamar yang penuh barang-barang yang belum pada posisi semestinya.

Ingin rasanya memaksimalkan kemampuan yang ada, namun dengan cara yang seperti apa?? itulah yang menjadi pertanyaan besar. "IRI" itu motivasi awalku untuk selalu mencoba, belajar, dan terus berusaha. Iri yang positif tentunya. Tak gampang memang merumuskan sesuatu yang akan kita perbuat, bahkan hanya untuk sekedar menuliskannyapun tak mudah. Setiap detik perjalanan menjalani tugas senagai seorang manusia, ku berusaha mencari sesuatu yang bisa memotivasi hidup ini jadi lebih baik, untukku pribadi maupun buat kita sesama manusia.. Namun,, gampang-gampang susah. Bahkan banyak susahnya buat seorang yang tak banyak makan garam ini.

Berbicara masalah Iri, sering kali orang berfikir negatif. Ada juga yang bilang, iri itu tanda tak mampu, dan masih ada yang lain lagi tentunya bergantung konteks dan siapa yang memaknai tentunya. Diperbincangan yang terlihat santai semalam, membuatku benar-benar "iri". Begitu menarik perjalanan hidup mereka, dan begitu mantab prestasi-prestasi yang mereka raih. Sungguh merasa beruntung diriku bisa berteman dengan orang yang kuanggap "kakak" dalam sisi ilmu pengetahuan, pengalaman, dan prestasi tentunya. Dasar pelupa, jadi tak semua hal bisakuingat. Namun meeting santai semalam tercatat kalimat yang memotivasiku untuk jadi lebih baik lagi. Kurang lebihnya gini, "lebih baik terbodoh diantara yang pintar dari pada paling pintar diantara yang bodoh".

Memang tak semua sependapat dengan itu, tapi menurutku ini memang lebih baik karena kalau kita berada diantara orang yang kurang, pastinya kita akan duduk manis saja tanpa harus bersusah payah mengejar ketinggalan karena kita berada diurutan terdepan. Padahal mungkin saat ditempat lain, pada kondisi sebaliknya kita akan bisa melaju lebih kencang dan jangkauannyapun lebih jauh. Yupz, terbodoh diantara yang pinter pasti juga akan ketularan pinternya dweh. Dan seperti halnya aku sekarang yang memang paling junior diantara teman-teman, akan mengejar ketinggalan itu dan berusaha kecipratan ilmunya. hehehe

Namun jika kita pada posisi dimana kita paling belakang dibanding yang lain atau kalau mengacu pada kalimat diatas tadi "paling pintar diantara yang bodoh", itu juga tak selamanya tidak baik. Kita ambil yang baik-baiknya saja. Walaupun hanya disitu kita diagungkan karena prestasi terdepan, setidaknya ada kebanggaan dan membuat kita lebih percaya diri diantara yang lain. Ya, percaya diri. Nggak gampang orang bisa percaya diri dalam tiap kesempatan. Eitss,, jangan lantas percaya diri menjadi sombong lho ya... hehe.. Percaya diri yang dimiliki ini bisa untuk bekal manakala didaulat untuk mewakili kelompok yang posisi kita terpandai diantara yang kurang pandai, biar nggak malu-maluin gitu. :)

Saat duduk dan hanya terbengong karena tak punya kerjaan pasti, dapat tambahan ilmu lagi nich,, namanya juga terbodoh diantara yang pinter. Pastinya dapat bimbingan dan syukur-syukur ketularanilmu dan pengalaman mereka. Pernyataan sepertinya biasa namun luar biasa bagiku, karena kaslimat tersebut bukan hanya nasihat dan motivasi, namun langkah-langkah penyelesaian dari soal atau pertanyaan yang selama ini masih berputar-putar diotak dan fikiranku. Tak tahu bagaimana melangkah, nggrambyang kalau orang jawa bilang. "Boleh menjiplak sesuatu yang baik dari orang-orang disekelilingmu, namun milikilah keunikan yang ada pada dirimu dan maksimalkanlah potensi itu". Wah, syukur banget dalam hati ada senior yang mau nyapa dan menasihati, kalau nggak dianggap nggak mungkin dunx bisa dapat tambahan ilmu itu. Entah kebetulan karena aku orang baik (narsis sitik, hehe...), karena aku tahu diri dengan segala kekuranganku, atau sudah digariskan dari siempunya hidup, yang jelas aku mensyukuri apa yang aku dapat sekarang. Berusaha mensyukuri dan merasakan perjalanan ini dengan happy.

Memang kebenaran diatas relatif, namun seperti tulisanku sebelumnya tentang "jamu" yang juga terinspirasi dari Gandhi's Book yang mana kalau tak ada eksperimen mana mungkin kita akan mendapatkan jawabannya. Apapun hasilnya, kalau kita sudah berusaha maka kita akan bisa tahu jawaban benar dan salahnya.

Berusahalah mengejar keterlambatan disaat posisi paling belakang, dan saat berada pada posisi terdepan jadilah contoh dan bisa mewakili yang ada dibelakangmu dengan cara memaksimalkan potensi dan keunikan yang kamu punya. Mari kita bersama-sama berusaha mengejar cita-cita yang telah lama kita dambakan.

0 komentar:

Posting Komentar