"Mencari Kepastian Melalui Kebenaran Logika"

Rabu, 04 Juli 2012

Tak ada nada dan suara, hanya ada kata dari dalam jiwa yang hampa. Bukan ke-kosong-an yang menjadi hampa namun logika dan perasaan beradu mengobrak-abrik hati dan pikiran yang menjadikan semua tak berarti. Mencoba mengenali diri yang penuh misteri, dengan berbagai hal yang kuhadapi.

Teringat cerita anak kecil yang ingin beli "jamu" yang lewat hanya karena pengen saja dan nggak tahu bagaimana rasanya, namun dilarang sang kakek karena pahit dan pasti nggak akan diminum. Sang cucu dengan berbagai cara, termasuk menangis sebagai senjata utama berusaha agar bisa beli jamu yang lewat tadi, BAGAIMANAPUN RASANYA "jamu". Karena tak tega melihat senjata utama sang cucu yaitu menangis, sang kakekpun akhirnya menuruti kemauan cucunya namun ada satu syarat yaitu harus diminum dan habis. Setelah dibelikan, cucupun terdiam sejenak. namun apa akhirnya yang terjadi? Ternyata benar dugaan kakek, sang cucupun menangis lagi karena pahit namun harus dihabiskan.

Cerita seperti halnya kita sebagai anak muda yang sering kali dinasihatin orang tua. Kita tak akan mudah percaya dengan apa yang dikatakan orang tua sebelum kita mengalami sendiri. Apalagi larangan orang tua yang tak beralasan. Namun memang terkadang ada benarnya juga. Entah karena bebenaran atau kebetulan. entahlah.. Cerita jamu diatas bisa dianggap dilema, bisa juga obrolan ringan yang nggak terlalu penting. Namun kalau kita mau sedikit berfikir, logika dan perasaan terkadang memang berLAGA dalam hati dan pikiran. Apalagi argumen dari orang yang lebih dulu banyak makan garam dibanding kita. Cuek, ngikut, itu semua pilihan. Namun tak selamanya kita bisa cek, atau ngikut aja. Yang jelas semua pilihan itu melalui proses sebelum diaplikasikan. Semua itu bisa diatur dalam pikiran, namun hati juga berperan. Karena tak ada kebenaran yang mutlak kecuali kebenaran tentang Tuhan. Dan semua akan lebih meyakinkan dengan learning by doing.

Semoga sepenggal cerita diatas bisa dijadikan renungan yang menghantarkan kita pada kehidupan yang lebih baik. :)

^putribiru_cwanardas_sintalaga^

0 komentar:

Posting Komentar